saya pertama kali menaklukan gunung slamet saat saya masih duduk di bangku kelas 9 sekolah menengah pertama. hari itu cuaca sangat tidak mendukung dengan kondisi kadang hujan kadang berawan membuat para pendaki enggan untuk meanjutkan perjalanan mereka.disini saya akan menjelaskan sedikit pengetahuan saya tentang gunung-gunung tersebut
1. Gunung Slamet (3.428 meter dpl.) adalah sebuah gunung berapi kerucut yang terdapat di Pulau Jawa, Indonesia. Gunung Slamet terletak di antara 5 kabupaten, yaitu Kabupaten Brebes, Kabupaten Banyumas, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Tegal, dan Kabupaten Pemalang, Provinsi Jawa Tengah. Gunung Slamet merupakan gunung tertinggi di Jawa Tengah serta kedua tertinggi di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru. Kawah IV merupakan kawah terakhir yang masih aktif sampai sekarang, dan terakhir aktif hingga pada level siaga media-2009.
Gunung Slamet cukup populer sebagai sasaran pendakian meskipun medannya dikenal sulit. Di kaki gunung ini terletak kawasan wisata Baturraden yang menjadi andalan Kabupaten Banyumas karena hanya berjarak sekitar 15 km dari Purwokerto. untuk basecamp pendakiaannya sendiri terdapat 4 tempat diantaraanya aalah bambangan purbalingga, baturaden banyumas, guci tegal dan pemalang. tetapi diantara semua itu yang sering banyak dilalui oleh para pendaki adalah jalur bambangan karena dari segi keindahaan saga mempesona dan dari segi keamaan lebih terjamin. tetapi tidak menutup kemungkinan lolos dari bahaya yang akan menerpa kaliaan maka tetap patuhi peraturan yang ada disana dan jalur bamabangan terkenal dengan pasar hantunya yang terletak di pos 4 jangan sekali-kali kalian mendirikan camp disitu.
2. Gunung Sumbing adalah gunung api yang terdapat di Jawa Tengah, Indonesia. (Ketinggian puncak 3.371 mdpl), gunung Sumbing merupakan gunung tertinggi ketiga di Pulau Jawa setelah Gunung Semeru dan Gunung Slamet. Gunung ini secara administratif terletak di tiga wilayah kabupaten, yaitu Kabupaten Magelang; Kabupaten Temanggung; dan Kabupaten Wonosobo. Bersama dengan Gunung Sindoro, Gunung Sumbing membentuk bentang alam gunung kembar, seperti Gunung Merapi dan Gunung Merbabu, apabila dilihat dari arah Temanggung. Celah antara gunung ini dan Gunung Sindoro dilalui oleh jalan provinsi yang menghubungkan kota Temanggung dan kota Wonosobo. Jalan ini biasa dijuluki sebagai "Kledung Pass".
Letusan terakhir tercatat pada tahun 1730, yang membentuk kubah lava dengan aliran lava ke arah bibir kawah terendah[3]
Gunung Sumbing mempunyai kawasan hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung. Sebagian besar wilayah lereng gunung ini telah digunakan untuk lahan pertanian.
jalur pendakiannya sendiri terletak di kabupaten wonosobo jawa tengahindonsia tepatnya jalur pendakian kledung.jalur ini terkenal dengan jalur pendakiaannya yang sangat ekstrim lebih menguras tenaga dari pendakian biasanya. tidak sedikit pula yang merasa mengeluhkan itu terutama di pos 2 menuju pos 3 terdapat jalur yang diberi nama engkol-engkolan. dan jalur itu pula terkenal dengan kemistisannya hampir setiap pos pasti ada penunggunya. dari pos satu saja sudah di suguhi dengan penampakan pocong kemudian di pos dua dan tiga adakuntilanak dan pocong dan yang paling banyka terdapat di pos watu. tak sedikit orang yang sering merasa diikuti oleh makhluk-mahluk itu.
tetapi dari kemistisan tersebut gunung sumbing terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat menawan dengan background gagahnya gunung sindoro.
3. Gunung Sindoro, biasa disebut Sindara, atau juga Sundoro (Ketinggian puncak 3.150 mdpl) (bahasa Jawa: ꦒꦸꦤꦸꦁꦱꦶꦤ꧀ꦢꦫ, translit. Gunung Sindara) merupakan sebuah gunung volkano aktif yang terletak di Jawa Tengah, Indonesia, dengan Temanggung sebagai kota terdekat. Gunung Sindoro terletak berdampingan dengan Gunung Sumbing.Gunung sindara dapat terlihat jelas dari puncak sikunir dieng
Kawah yang disertai jurang dapat ditemukan di sisi barat laut ke selatan gunung, dan yang terbesar disebut Kembang. Sebuah kubah lava kecil menempati puncak gunung berapi. Sejarah letusan Gunung Sindara yang telah terjadi sebagian besar berjenis ringan sampai sedang (letusan freatik).
Hutan di kawasan Gunung Sundoro mempunyai bertipe hutan Dipterokarp Bukit, hutan Dipterokarp Atas, hutan Montane, dan Hutan Ericaceous atau hutan gunung.
untuk jalur pendakiaannya sendiri terdapat beberapa salah satunya adalah jalur kledung yang terletak di kabupaten wonosobo.jalur ini terkenal karena jalurnya yang sangat ringan untuk dilalui oleh para pemula yang masih sangat awam dengan pendakian gunung.jalur ini memiliki 4 pos dengan tujuan akhir adalah puncak garuda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar